Postingan

Evaluasi Sumatif

Pada saat impelmentasi skala luas, pengelola pendidikann perlu mengetahui pakah sistem instruksional yang baru lebih baik dari yang sudah ada. Pengetahuan tentang efektifitas sistem baru itu merupakan bagian dari akuntabilitas pengguna sistem instruksional baru terhadap masyarakat pendidikan khususnya para pemangku kepentingan. Untuk  menjawab rasa ingin tahu itu pengelola pendidikan yang bersangkutan, perlu menyelenggarakan evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif adalah proses menilai suatu obyek, dalam hal ini sistem instruksional, hasil proses desain instruksional. Bila nyata sama efektifnya dengan yang lama, kedua sistem instruksional itu dapat digunakan secara bersamaan. Dalam keadaan seperti itu setiap sekolah dibolehkan memilih menggunakan salah satu di antaranya. Sebaliknya bila terbukti bahwa sistem instruksional yang lama secara signifikan lebih efektif dari yang baru,pengelola pendidikan dapat memutuskan menggunakan sistem instruksional yang lama dan menghentikan pengguna sis...

Ujian Nasional Sebagai Motivasi Belajar

Ujian Nasional sering sebagai hantu yang menakutkan bagi para siswa baik dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama sampai Sekolah Menengah Atas. Ujian Nasional sering dianggap sebagai hal yang taidak adil karena sebagai penentu pendidikan siswa 3 tahun ditentukan selama 3 hari. Padahal UN itu menurut penulis sendiri merupakan sebagai motivasi. Karena lebih baik banyak siswa yang setres karena memikirkan masa depannya daripada banyak siswa yang leha-leha tanpa memikirkan masa depannya. Dengan adanya tidak adanya bobot dalam nilai ujian nasional sebagai penentu kelulusan itu membuat banyak siswa semakin meremehkan pendidikan mereka. Sebaiknya ujian nasional lebih ditingkatkan keketatannya daripada harus meniadakan bobot ujian nasional Dengan adanya bobot soal yang lebih tinggi akan mengakibatkan siswa lebih termotivasi untuk belajar dan belajar secara terus menerus demi mencapai masa depannya dan tentu saja dengan meningkatnya mutu pendidikan ini juga akan meningkatakan mutu dari sua...

Implementasi Kebijakan Pengembangan dan Pembinaan Guru

Betapa bagusnyapun rumusan visi dan misi, serta lengkapnyapun rumusan kandungan isi dengan pengolaborasiannya yang rinci dari suatu program pendidikan (dalam arti penyiaan dan pengembangan) keprofesian keguruan, pada akhir dan ujungnya akan tergantung kepada bagaimana kinerja cara mengimplementasikannya dalam proses dan situasi pendidikannya yang aktual. Hal tersebut mengimplikasikan bahwa implementasi suatu program pengembangan profesi dan perilaku guru itu bukanlah merupakann sesuatu hal yang mudah, melainkan memerlukan penanganan yang khusus dan sungguh-sungguh. Pengembangan profesi keguruan bukan saja hanya memerlukan dukungan program pengembangan yang bersifat luwes yang dapat memberikan peluang setian pengemban profesi guru itu menempuhnya secara luwes melalui prosedur yang bersifat multientry dan/atau lintas jalur jenis kategori bidang keahlian, juga paket-paket programnya seyogianya dikembangkan secara luwes pula sehingga memberikan dorongan yang menggairahkan kepada guru untuk...

Perlindungan Hak-hak Guru

1.       Konsultasi Ketika menghadapi masalah dari sisi perlindungan hukum, perlindungan profesi, perlindungan ketenagakerjaan, dan perlindungan HaKI, guru dapat berkonsultasi kepada pihak-pihak yang kompeten. Konsultasi itu dapat dilakukan kepada konsultan hukum, penegak hukum, atau pihak-pihak lain yang dapat membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh guru tersebut. Konsultasi merupakan tindakan yang bersifat personal antara suatu pihak tertentu yang disebut dengan klien, dengan pihak lain yang merupakan konsultan, yang memberikan pendapatnya kepada klien untuk memenuhi keperluan dan kebutuhan kliennya. Konsultan hanya bersifat memberikan pendapat hukum, sebagaimana diminta oleh kliennya. Keputusan mengenai penyelesaian sengketa tersebut akan diambil sendiri oleh para pihak meskipun adakalanya pihak konsultan juga diberikan kesempatan untuk merumuskan bentuk-bentuk penyelesaian sengketa yang dikehendaki oleh para pihak yang bersengketa tersebut. Danim...

Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Guru

Gambar
Untuk menjadi guru profesional, perlu perjalanan panjang. Dengan demikian, kebijakan pembinaan dan pengmbangan profesi guru harus dilakukan secara kontinyu, dengan serial kegiatan tertentu. Diawali dengan penyiapan calon guru, rekruitmen, penempatan, penugasan, pengembangan profesi dan karir (lihat Gambar 1.4), hingga menjadi guru profesional sejati, yang menjalani profesionalisasi secara terus-menerus. Merujuk pada alur berpikir ini, guru profesional sesungguhnya adalah guru yang di dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya bersifat otonom, menguasai kompetensi secara komprehensif, dan daya intelektual tinggi. Pengembangan keprofesian guru adakalanya diawali dengan penilaian kinerja dan uji kompetensi. Untuk mengetahui kinerja dan kompetensi guru dilakukan penilaian kinerja dan uji kompetensi. Atas dasar itu dapat dirumuskan profil dan peta kinerja dan kompetensinya. Kondisi nyata itulah yang menjadi salah satu dasar peningkatan kompetensi guru. Dengan demikian, hasil penilaian ki...

Alasan dan Makna Kebijakan Umum Pembinaan dan Pengembangan Guru

Pada peradaban bangsa mana pun, termasuk Indonesia, profesi guru bermakna strategis karena penyandangnya mengemban tugas sejati bagi proses kemanusiaan, pemanusiaan, pencerdasan, pembudayaan, dan pembangun karakter bangsa. Makna strategis guru sekaligus meniscayakan pengakuan guru sebagai profesi. Lahirnya Undang-undang (UU) No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, merupakan bentuk nyata pengakuan atas profesi guru dengan segala dimensinya. Di dalam UU No. 14 Tahun 2005 ini disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sebagai implikasi dari UU No. 14 Tahun 2005, guru harus menjalani proses sertifikasi untuk mendapatkan Sertifikat Pendidik. Guru yang diangkat sejak diundangkannya UU ini, menempuh program sertifikasi guru dalam jabatan, yang diharapkan bisa tuntas sampai de...

Contoh Hubungan Guru dengan Berbagai Pihak

Contoh Hubungan Guru dengan siswa : 1.       Dalam proses kegiatan belajar mengajar ekonomi siswa yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan reward yang menarik dari guru. 2.       Pada saat pelajaran sedang berlangsung guru senantiasa membantu murid yang kesukaran dalam mengerjakan soal. Contoh hubungan guru dengan orang tua: 1.      Ketika penerimaan hasil belajar peserta didik, orangtua di panggil ke sekolah untuk menerima hasil belajar dari anaknya. Di saat itu lah guru dari mata pelajaran ekonomi juga memberikan pengarahan tentang yang dilakukan oleh anak dari orangtua yang dipanggil itu tentang pembelajaran dari si anak 2.       Berkaitan dengan nomor 1 diatas, seorang guru ekonomi memberikan informasi yang sebenarnya karena hal itu akan menjadi perimbangan dari orangtua dalam mendidik anak mereka di rumah Contoh hubungan guru dengan masyarakat 1.    ...