Postingan

Menampilkan postingan dengan label Keguruan

Karakteristik Awal Peserta Didik

Terdapat beberapa pendapat tentang arti dari karakteristik, yakni: 1.       Menurut Tadkiroatun Musfiroh, karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan   (skills). 2.       Menurut Sudirman Karakteristik siswa adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya. 3.       Menurut Hamzah. B. Uno (2007) Karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berfikir, dan kemampuan awal yang dimiliki. 4.       Ron Kurtus dalam berpendapat bahwa karakter adalah satu set tingkah laku atau perilaku (behavior) dari seseorang sehingga dari perilakunya tersebut, orang akan mengenalnya “ia seperti apa”. Me...

Evaluasi Sumatif

Pada saat impelmentasi skala luas, pengelola pendidikann perlu mengetahui pakah sistem instruksional yang baru lebih baik dari yang sudah ada. Pengetahuan tentang efektifitas sistem baru itu merupakan bagian dari akuntabilitas pengguna sistem instruksional baru terhadap masyarakat pendidikan khususnya para pemangku kepentingan. Untuk  menjawab rasa ingin tahu itu pengelola pendidikan yang bersangkutan, perlu menyelenggarakan evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif adalah proses menilai suatu obyek, dalam hal ini sistem instruksional, hasil proses desain instruksional. Bila nyata sama efektifnya dengan yang lama, kedua sistem instruksional itu dapat digunakan secara bersamaan. Dalam keadaan seperti itu setiap sekolah dibolehkan memilih menggunakan salah satu di antaranya. Sebaliknya bila terbukti bahwa sistem instruksional yang lama secara signifikan lebih efektif dari yang baru,pengelola pendidikan dapat memutuskan menggunakan sistem instruksional yang lama dan menghentikan pengguna sis...

Perlindungan Hak-hak Guru

1.       Konsultasi Ketika menghadapi masalah dari sisi perlindungan hukum, perlindungan profesi, perlindungan ketenagakerjaan, dan perlindungan HaKI, guru dapat berkonsultasi kepada pihak-pihak yang kompeten. Konsultasi itu dapat dilakukan kepada konsultan hukum, penegak hukum, atau pihak-pihak lain yang dapat membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh guru tersebut. Konsultasi merupakan tindakan yang bersifat personal antara suatu pihak tertentu yang disebut dengan klien, dengan pihak lain yang merupakan konsultan, yang memberikan pendapatnya kepada klien untuk memenuhi keperluan dan kebutuhan kliennya. Konsultan hanya bersifat memberikan pendapat hukum, sebagaimana diminta oleh kliennya. Keputusan mengenai penyelesaian sengketa tersebut akan diambil sendiri oleh para pihak meskipun adakalanya pihak konsultan juga diberikan kesempatan untuk merumuskan bentuk-bentuk penyelesaian sengketa yang dikehendaki oleh para pihak yang bersengketa tersebut. Danim...

Pengertian Tujuan Instruksional Khusus

Tujuan Instruksional Khusus merupakan lanjutan dari tahap-tahap pengembangan instr u ksional yang diawali dari mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis  T ujuan Instruksional Umum (TIU) dan selanjutnya melakukan analisis instr u ksional dan mengidentifikasi p e rilaku karakteristik awal siswa  lalu selanjutnya menuliskan tujuan Instruksional Khusus . Tujuan Instruksional Khusus (TIK) merupakan terjemahan dari  specific instructional objective.  Literatur asing menyebutkannya pula sebagai  objective , atau  enabling objective,  untuk membedakannya dengan  general instructional objective, goal,  atau  terminal objective.  Yang berarti tujuan instruksional umum (TIU) atau tujuan instruksional akhir. Dalam program  applied approach  (AA) yang telah digunakan di perguruan tinggi seluruh Indonesia TIK disebut sasaran belajar (sasbel) (Suparman, 2004: 158). Menurut Soekartawi (1995: 41) adalah pernyataan tujuan instru...

Mengatasi Siswa yang Nakal

Di dalam sebuah kelas terdapat berbagai siswa, dari siswa-siswa itu memiliki sifat-sifat yang berbeda diantaranya adalah siswa yang bersifat nakal. Anak yang nakal ini di dalam pembelajaran lebih bersifat tidak mau tahu dan sering usil mengganggu teman-temannya yang sedang belajar di dalam kelas, sering terlambat atau bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas/ PR, ribut di kelas, jajan saat jam pelajaran. Kenakalan anak diambil dari istilah asing Juvenile Delequency, tetapai kenakalan anak ini bukan kenakalan yang dimaksud dalam Pasal 489 KUHP. Juvenile Delequency artinya young, anak-anak, anak muda, ciri karakteristik pada masa muda sifat-sifat khas pada periode remaja, sedangkan Delequency artinya doing wrong, terabaikan/mengabaikan, yang kemudian diperluas artinya menjadi jahat, a-sosial, kriminal, pelanggaran aturan, pembuat ribut, pengacau, penteror, tidak dapat diperbaiki lagi, durjana, dursila, dan lain-lain. Istilah kenakalan anak itu pertama kali ditampilkan pada badan peradilan ...

Taksonomi Bloom

Kaum behavioris (kaum yang mengutamakan tingkah laku), berpendapat bahwa taksonomi yang dikemukakan oleh Bloom(1956) dan kawan-kawan, adalah sangat bersifat mental.Mereka tidak menjelaskan  kepada para pendidik secara konkrit dan dapat diamati. Dalam pelaksanaan pendidikan disekolah, ketiga tujuan ini harus ada. Tetapi prakteknya memang sulit karena dalam beberapa hal, penafsirannya lalu menjadi subjektif. Kesulitan lain adalah bahwa sulit untuk mejabarkan tujuan umum ini menjadi tujuan yang lebih terperinci. Beberapa ahli telah mencoba memberikan cara bagaimana menyebut ketiga tingkatan tujuan ini, yang akhirnya oleh Viviane De Landshere disimpulkan ada 3 tingkat tujuan (termasuk taksonomi): a.        Tujuan akhir atau tujuan umum pendidikan b.       Taksonomi c.        Tujuan operasional 1.       Taksonomi Bloom Bloom dan Kratwhol telah memberikan banyak inspirasi kepa...

Perbedaan KBK dengan KTSP

KBK merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar, serta pemberdayaan sumber daya pendidikan. Batasan tersebut menyiratkan bahwa KBK dikembangkan dengan tujuan agar peserta didik memperoleh kompetensi dan kecerdasan yang mumpuni dalam membangun identitas budaya dan bangsanya. Dalam arti melalui penerapan KBK tamatan diharapkan memiliki kompetensi pendidikan yang baik, keterampilan untuk menunjang hidup yang memadai, pengembangan moral yang terpuji, pembentukan karakter yang kuat, kebiasaan hidup yang sehat, semangat bekerjasama yang kuat, dan apresiai estetika yang tinggi terhadap dunia sekitar. Sementara itu KTSP merupakan penyempurna dari KBK adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah. Terkait dengan penyusunan KTSP ini BSNP telah membuat panduan penyusunan KTSP. Panduan ini diharapkan menjadi acuan  bagi satuan pendidikan SDM/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/SMALB/MA, dan SMK/MAK dalam pe...